Oleh Ade Riyadi (Analisa, 07 Oktober 2018)

Pahlawanku ilustrasi Analisa
Pahlawanku ilustrasi Analisa

PAGI itu, saya dan ayah pergi ke sawah. Seperti biasanya saya membantu ayah bekerja di sawah. Oh ya, membantu ayah adalah kegiatan sehari-hari. Ayah orangnya baik walaupu terkadang suka marah-marah. Tapi, saya paham, semua itu dilakukan demi kebaikan anak-anaknya.

Pernah suatu ketika, kami bekerja. Saya berulangkali membuat salah dan di situlah ayah marah. Mungkin, karena sudah capek berpanas-panasan di atas teriknya matahari demi bekerja keras membanting tulang menafkahi keluarga. Di situlah timbul rasa jengkel karena ayah memarahi dengan nada tinggi.

Saya merasa sakit hati, tetapi setelah peristiwa itu, saya pikir betapa besar pengorbanan ayah kepada anak-anaknya. Saya pun mulai meredam rasa jengkel tersebut. Mungkin kalau ayah tidak seperti ini, sekarang saya tidak tumbuh besar menjadi seperti ini. Bisa sekolah di SMP Negeri 1 Pantai Labu.

Baca juga: Bela Negara dengan Pergi ke Sekolah – Oleh Jihan Raisya Indra (Analisa, 16 September 2018)

Banyak orang di luar sana, umumnya anak-anak seperti saya yang bermain-main sepulang sekolah. Tapi, saya lebih mementingkan membantu ayah. Ayah pernah bilang “Kalau nanti kamu sudah besar jangan seperti ayah”. Di situ saya merasa sedih, dan termotivasi dari ucapan ayah. Saya ingin mewujudkan cita-citanya.

Pesan saya kepada anak-anak di seluruh Indonesia umumnya di daerah pesisir. Jangan pernah enggang menolong orangtua kita. Kuncinya jika sukses kita harus selalu menaati pesan yang disampaikan orangtunya. Semua orangtua ingin anaknya sukses.

 

Ade Riyadi adalah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu.

Advertisements