Oleh Nora Azizah (Republika, 07 Oktober 2018)

Anak Kumbang Lebih Kuat Setelah Ditinggal Induknya ilustrasi Daan Yahya - Republika.jpg
Anak Kumbang Lebih Kuat Setelah Ditinggal Induknya ilustrasi Daan Yahya/Republika 

Ada jenis kumbang yang diklaim bisa menghadapi dunia tanpa bantuan ibu.

Tidak seperti kebanyakan serangga lain, kumbang mempunyai kehidupan yang cukup berbeda dalam proses pertumbuhan. Biasanya serangga jenis lain segera meninggalkan telur selepas bereproduksi. Namun kumbang jenis hitam dengan bentuk tubuh sepanjang 15 milimeter justru melindungi dan memberi makan anak-anaknya. Seperti manusia, kumbang hitam melakukan proses tersebut hingga anaknya cukup besar dan bisa bertahan hidup.

Temuan terkait kumbang disampaikan dalam Kongres Gabungan Kedua Biologi Evolusioner, seperti dikutip dari Science Mag. Ketika para peneliti melakukan studi terhadap induk burying beetle dari keturunannya selama puluhan generasi berturut-turut, anak-anak kumbang justru tumbuh lebih kuat. Mereka menjadi lebih kooperatof dengan saudara-saudaranya dan mempunyai fisik rahang lebih keras. Hal tersebut membuat para kumbang hitam ini diklaim bisa menghadapi dunia tanpa bantuan sang ibu.

Baca juga: Wow, Ada Hiu Pemakan Rumput – Oleh Nora Azizah (Republika, 16 September 2018)

Ahli biologi Universitas Georgia, Athena, Allen Moore mengatakan bahwa ini bisa menjadi contoh bagus mengenai interaksi sosial di dalam keluarga. “Khususnya dapat berevolusi secara berbeda,” kata Moore. Burying beetle atau Nicrophorus vespilioides hidup di hutan Eropa dan rawa Amerika Utara. Biasanya mereka akan menjelajahi lanskap bangkai tikus atau burung. Setelah mengupas bulu bangkai, kumbang dewasa akan menggulungnya menjadi bola yang mereka lakukan bersama telur betina.

Gulungan tersebut kemudian diletakkan di samping bangkai. Biasanya ibu kumbang akan melu bangi telur dan cenderung memilih larva yang masih muda. Namun selama lima tahun terakhir para peneliti mencoba mengubah pola tersebut. Seorang ahli biologi evolusi dari Universitas Cambridge, Inggris, Rebecca Kliner bersama tim telah mengubah skenario bertelur kumbang yang dilakukan di laboratorium. Para induk betina akan pergi setelah meletakkan telur. Saat larva mulai tumbuh besar, tim mela kukan percobaan secara berulang-ulang dan memantau setiap generasi untuk mengetahui perubahan fisik dan perilaku.

Advertisements