Oleh Nora Azizah (Republika, 16 September 2018)

Wow, Ada Hiu Pemakan Rumput ilustrasi Daan Yahya - Republika.jpg
Wow, Ada Hiu Pemakan Rumput ilustrasi Daan Yahya/Republika

Biasanya hiu itu karnivora, temuan baru ini ada juga yang omnivora.

Hiu sejauh ini dikenal sebagai predator ganas di laut. Namun ternyata ada satu jenis bernama hiu bonnethead (bersaudara dekat dengan hiu martil) menjadi omnivora pertama yang dikenal

The New York Times memberitakan, hiu omnivora ini menjadi yang pertama diketahui dunia sains dan mampu mengubah pemahaman manusia terhadap jenis makanan ikan ganas tersebut. Bahkan dunia sains mengenal bahwa hiu tidak mempunyai selera makan terhadap tanaman hijau. Namun pemangsa bertubuh memanjang ini justru menikmati rumput laut sebagai objek buru, dan menyantapnya seolah seperti salad.

Hiu bonnethead merupakan salah satu spesies kecil dari ikan hiu dengan ukuran tubuh memanjang hingga 90 cm. Bonnethead tinggal di padang rumput laut dangkal di pantai Amerika. Ia suka memangsa cumi-cumi kecil dan udang-udangan. Keduanya bisa ditemukan pada daun bawah laut yang bergoyang.

Namun para peneliti juga meman tau secara hati-hati terhadap pergerakan bonnethead. Ternyata, benda yang ke luar dan masuk ke dalam mulut hiu tidak hanya cumi dan udang.Tulisan para peneliti yang diterbitkan di dalam Prosiding Royal Society B menyebutkan, rumput laut tak hanya sekadar lewat tetapi juga dimakan.

Baca juga: Pohon Kakao Kesulitan untuk Membuahi Bunganya – Oleh Eko Supriyadi (Republika, 15 April 2018)

Pada 2007, peneliti pertama kali melaporkan bahwa saluran pencernaan hiu bonnethead yang berhasil ditangkap di Teluk Meksiko menunjukkan penuh dengan rumput laut. Bahkan isi perutnya sebanyak 62 persen merupakan rumput laut. Pada saat itu beberapa alasan dilontarkan, yakni rumput hijau tidak sengaja tertelan saat bonnethead tengah memangsa targetnya. Namun seorang mahasiswi pasca sarjana Universitas California Samantha Leigh mencoba mendalami temuan tersebut.

Dalam proses penelitian, para ilmuwan menangkap bonnethead yang berasal dari Florida Keys kemudian ditempatkan di dalam laboratorium luar ruangan. Hiu tinggal di sebuah tangki besar dna menerima makanan setiap hari yang terdiri dari sepotong cumi gulung menyerupai sushi. Gulungan sushi tersebut 90 persen dibuat dari rumput laut. Para peneliti kemudian menggunakan isotop pelacak untuk mendeteksi di dalam darah bonnethead terhadap rumput laut yang dicerna. Tidak hanya itu, para peneliti juga menyaring kotoran hiu untuk menguji besaran asupan makanan yang dikeluarkan.

Advertisements