Oleh Jihan Raisya Indra (Analisa, 16 September 2018)

Bela Negara dengan Pergi ke Sekolah ilustrasi Analisa.jpg
Bela Negara dengan Pergi ke Sekolah ilustrasi Analisa 

PAGI hari, Bu Rini bangun, kemudian ia langsung membangunkan anaknya yang bernama Soni yang sedang tertidur.

“Nak, bangun, sudah pagi. Kamu cepat mandi,” ujar Bu Rini. Soni dikenal sebagai seorang anak laki-laki yang cerdas dan ramah.

“Malas, Ma, ke sekolah,” ujar Soni.

Setelah menjawab pertanyaan, ia langsung tertidur kembali.

“Kenapa kamu tidak mau sekolah?” ujar ibunya.

Sony pun langsung terbangun.

Baca juga: Kado untuk Bu Muniarti – Oleh Wardie Pena (Suara Merdeka, 05 November 2017)

“Untuk apa pergi ke sekolah, Ma? Sekolah itu hanya membuat kita bodoh saja,” katanya.

Terdengar suara azan subuh, kemudian Bu Rini langsung mandi dan mengambil wudu.

Setelah Bu Rini mengambil wudu, ia salat. Kemudian ia melanjutkan cerita tentang sekolah tadi ke Soni. “Soni, kita bersekolah untuk pintar. Ayo cepat kamu mandi, ambil wudu kemudian salat agar pikiran kamu jernih dan membuka pikiran kamu untuk bersekolah,” ujar Bu Rini.

Soni langsung mandi kemudian salat.

Setelah itu, pembicaraan makin panas antara ibu dan anak itu. “Ma, apakah sekolah merupakan salah satu trik pembodohan? Mengapa kita harus ke sekolah? Jika aku sudah besar nanti apakah aku akan menjadi pejabat yang korupsi seperti yang terjadi di negara kita?” ujar Soni dengan penuh keseriusan.

Baca juga: Baju Dinas Bu Cindy – Oleh Vendo Olvalanda S (Padang Ekspres, 19 November 2017)

“Tidak, Nak, dengan kita bersekolah, maka kita akan menjadi orang yang pintar, setelah kita pintar, maka kita bisa dengan berani membela negara dengan memberantas para koruptor itu,” kata Bu Rini dengan sungguh-sungguh.

Udin, teman dekat Soni pun memanggil. “Soni, Soni pergi ke sekolah yuk,” ajak Udin dengan penuh keramahan.

“Sekarang Soni, kamu harus pergi ke sekolah dan membela negara,” ujar Bu Rini.

“Baiklah, Ma, aku akan pergi ke sekolah,” jawab Soni.

Advertisements