Oleh Salsabila Zahratusysyita (Kompas, 29 April 2018)

Tugas Piket Diandra ilustrasi Regina Primalita - Kompas.jpg
Tugas Piket Diandra ilustrasi Regina Primalita.Kompas

DI sebuah sekolah dasar di Jepara, Jawa Tengah, sudah tiga kali Diandra tak mengerjakan tugas piket di kelasnya. Alasannya, ia sibuk membantu ibunya membuat kue untuk dijual ke pasar.

“Bagaimana kalau kita minta ketua kelas mengganti jadwal piket Diandra sehingga kita tidak perlu capek mengerjakan tugas piketnya dia?” usul Dinda.

“Setuju. Jika diganti, kita cukup mengerjakan tugas piket kita masing- masing,” ucap Dewi.

“Tapi, apakah ada teman yang mau menggantikan Diandra ke tim piket kita? Mengganti jadwal piket Diandra, berarti harus ada penggantinya. Padahal, semua teman sekelas kita sudah menyepakati tim piket masing-masing,” ujar Danu.

Dinda, Dewi, dan Dimas terdiam sejenak mendengar ucapan Danu.

Baca juga: Petualangan Pluppi – Oleh Salsabila Zahratusysyita (Suara Merdeka, 17 desember 2017)

“Bagaimana kalau kita berbicara dahulu dengan Diandra. Siapa tahu, kita bisa menemukan solusinya,” usul Dimas.

“Tidak, ah! Kalian saja, aku sudah telanjur sebal dengan Diandra,” tolak Dinda.

“Jangan seperti itu, Dinda. Ini permasalahan kita bersama. Kita juga harus menemukan solusinya bersama- sama,” bujuk Dewi. Dinda akhirnya mengangguk.

Sepulang sekolah, Dinda, Dewi, Dimas, dan Danu mengajak Diandra berbicara di halaman sekolah.

“Maafkan aku teman-teman. Aku tidak bermaksud untuk melalaikan tugas piket. Tapi, aku selalu kewalahan jika harus pagi-pagi sekali sampai di sekolah. Aku baru selesai membantu ibuku membuat kue pukul 6 pagi. Setelah itu, aku bergegas mandi dan berangkat sekolah. Tapi, sesampainya di sini, semua tugas piket telah kalian kerjakan,” jelas Diandra.

Advertisements