Oleh Redaksi Pikiran Rakyat (Pikiran Rakyat, 08 April 2018)

Mengukur Jari-jari Bumi ilustrasi Pikiran Rakyat.jpg
Mengukur Jari-jari Bumi ilustrasi Pikiran Rakyat

RUBRIK “Tahukah Kamu?” minggu ini membahas bagaimana cara mengukur jari-jari bumi. Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh sobat kita yang bernama Lola.

BUMI kita menurut matematikawan, Kak Hendra Gunawa, berbentuk mirip bola yang amat besar. Bagaimana kita mengukur jari-jarinya ya? Kalau bisa mengukur keliling garis khatulistiwa yang dapat kita anggap sebagai lingkaran, kita bisa mengetahui jari-jarinya.

Kita tahu rumus keliling lingkaran yaitu keliling = 2µ x jari-jari. Jadi, jari-jari = keliling : 2µ. Nah, untuk kalian yang masih di sekolah dasar, bilangan µ (baca: pi) ini biasanya diganti dengan 22/7. Ya, nilai µ memang kira-kira sama dengan 22/7, walau tidak sama persis loh.

Lalu, bagaimana kita mengukur keliling garis khatulistiwa? Apakah kita harus naik pesawat terbang mengelilingi bumi sepanjang garis khatulistiwa dengan kecepatan konstan, dari satu tempat kembali ke tempat semula dan mencatat lama perjalanannya? Wah, repot amat ya! Masak sih harus seperti itu?

Kalau Sobat Percil punya atlas atau peta Pulau Kalimantan, misalnya, sobat bisa loh menghitung keliling garis khatulistiwa. Bagaimana caranya? Pada peta itu, sobat perhatikan ada garis- garis bujur yang menyatakan berapa derajat ke arah timur dari Greenwich. Oh ya, Greenwich adalah kota di Inggris yang dipakai sebagai patokan meridian dengan garis bujur 0 derajat, lalu, sobat juga perhatikan skala peta tersebut,

Nah, dengan mengetahui jarak di antara dua garis bujur berdekatan dan selisih derajatnya, sobat bisa mengetahui keliling garis khatulistiwa. Kalau keliling sudah diketahui, jari-jarinya bisa diperoleh.

Akan tetapi, cara itu sebetulnya tidak sah. Loh, mengapa? Karena peta dibuat dengan asumsi bahwa kita sudah tahu jari-jari bumi berapa. Sebelum ada peta, Eratosthenes, orang Ýunaní Kuno yang hidup pada abad ke-3 SM, bisa menghitung jari-jari bumi dengan mengamati matahari dan menggunakan matematika sederhana.

Caranya bisa kita tiru sekarang. Misalkan, pada tanggal 21 Maret pukul 12,00, matahari tepat berada di atas Kota Bangun (dekat Samarinda), sedangkan di Pontianak, matahari masih condong 7 derajat ke arah timur. Jarak dari Pontianak ke Kota Bangun adalah 790 km dan keduanya terletak di garis khatulistiwa. Jadi, keliling garis khatulistiwa sama dengan 360/7 x 790 km = 40.629 km. Dari sini, kita peroleh jari-jari bumi = 6.464 km. Hitung-hitungan kasar ini tidak jauh berbeda dari jari-jari bumi yang telah disepakati, yaitu 6.371 km. ***

 

(Rubrik ini merupakan kerja sama HU Pikiran Pakyat dengan anakbertanya.com)

Advertisements